Pelatihan marketing digital menjadi salah satu pilihan perusahaan ketika tim perlu meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau, berkomunikasi dengan, dan memahami pelanggan. Namun, aktif di media sosial, memiliki website, atau menjalankan iklan digital belum tentu berarti strategi marketing digital perusahaan sudah berjalan secara optimal. Masalahnya bisa terletak pada kemampuan tim: strategi belum terarah, konten belum konsisten, data belum dimanfaatkan, atau setiap anggota tim menjalankan aktivitas digital tanpa tujuan yang sama. Karena itu, ketika perusahaan mulai mempertimbangkan pelatihan marketing digital, yang perlu dicari bukan sekadar program dengan daftar materi paling panjang. Yang lebih penting adalah apakah program tersebut mampu membantu tim mengembangkan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan.
Mengapa Pelatihan Marketing Digital Membutuhkan Materi yang Beragam?
Marketing digital mencakup berbagai kanal dan aktivitas, mulai dari website, search engine, media sosial, email, konten, hingga iklan digital. American Marketing Association juga menjelaskan digital marketing sebagai penggunaan kanal digital untuk mempromosikan brand atau menjangkau konsumen, dengan cakupan seperti SEO, SEM, PPC, social media marketing, email marketing, dan content marketing.
Artinya, seorang marketer tidak cukup hanya menguasai satu platform. Tim juga perlu memahami hubungan antara strategi, audiens, channel, konten, data, dan hasil pemasaran.
Misalnya, Andi dari tim Marketing mungkin memiliki ide konten yang menarik. Namun, Siska perlu memastikan konten tersebut memiliki tujuan dan struktur yang jelas. Sementara Bimo sebagai Business Analyst dapat membantu melihat data untuk mengetahui bagaimana performanya. Ketiga kemampuan tersebut saling melengkapi.
Inilah yang perlu dipertimbangkan ketika perusahaan memilih pelatihan marketing digital.
Marketing Digital Belum Maksimal? Ini 7 Hal yang Perlu Dicari dari Pelatihan Marketing Digital
1. Pelatihan Marketing Digital Harus Dimulai dari Strategi, Bukan Sekadar Tools
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih pelatihan marketing digital adalah keseimbangan antara strategi dan penggunaan tools.
Platform digital terus berubah. Karena itu, pelatihan sebaiknya tidak hanya mengajarkan peserta tombol apa yang harus ditekan atau bagaimana menggunakan fitur tertentu. Peserta juga perlu memahami:
- siapa target audiensnya;
- apa tujuan marketing yang ingin dicapai;
- bagaimana menentukan channel;
- bagaimana menyusun pesan;
- jenis konten yang sesuai;
- serta bagaimana mengukur hasilnya.
Google Skillshop, misalnya, memisahkan pembelajaran Google Ads ke dalam beberapa area seperti Search, Display, Video, Shopping, dan Measurement. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tools digital juga berkaitan dengan strategi, pengukuran, dan optimasi.
Tools dapat berubah, tetapi kemampuan memahami strategi di balik penggunaannya tetap dibutuhkan.
2. Pastikan Materi Pelatihan Marketing Digital Sesuai dengan Level Kemampuan Tim
Tidak semua tim marketing membutuhkan materi yang sama.
Tim yang baru mulai menggunakan digital marketing mungkin membutuhkan pemahaman dasar mengenai channel digital, content marketing, social media, dan pengukuran. Sementara tim yang sudah berpengalaman mungkin membutuhkan pengembangan pada area yang lebih spesifik, seperti:
- performance marketing;
- SEO;
- analytics;
- content strategy;
- digital advertising;
- customer journey;
- atau optimasi campaign.
Karena itu, sebelum memilih pelatihan marketing digital, perusahaan perlu melihat tingkat kemampuan peserta. Program yang terlalu dasar dapat membuat peserta berpengalaman kurang mendapatkan tantangan. Sebaliknya, materi yang terlalu teknis dapat menyulitkan peserta yang masih membangun fondasi.
3. Pilih Pelatihan Marketing Digital yang Menghubungkan Konten dengan Target Audiens
Digital marketing bukan hanya tentang membuat konten sebanyak mungkin. Konten dibuat untuk berkomunikasi dengan audiens tertentu. Karena itu, peserta perlu memahami bagaimana karakter target audiens memengaruhi:
- topik;
- gaya komunikasi;
- format;
- channel;
- dan pesan yang digunakan.
AMA menjelaskan bahwa marketing pada dasarnya berkaitan dengan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan sesuatu yang memiliki nilai bagi pelanggan dan pihak terkait.
Prinsip tersebut tetap relevan dalam digital marketing. Sebuah konten mungkin terlihat menarik, tetapi jika tidak relevan dengan audiens yang dituju, konten tersebut belum tentu mendukung tujuan marketing. Karena itu, pilih pelatihan marketing digital yang tidak hanya mengajarkan “cara membuat konten”, tetapi juga membahas untuk siapa konten dibuat dan mengapa konten tersebut dibuat.

4. Cari Program Pelatihan Marketing Digital yang Memberikan Praktik dan Studi Kasus
Digital marketing adalah bidang yang sangat aplikatif. Peserta akan lebih mudah memahami konsep ketika memiliki kesempatan untuk langsung menggunakannya. Karena itu, perhatikan apakah pelatihan marketing digital memberikan:
- studi kasus;
- latihan membuat strategi;
- analisis campaign;
- praktik membuat content plan;
- simulasi digital advertising;
- latihan membaca data;
- atau evaluasi hasil.
Materi pelatihan dalam pelatihan marketing digital haruslah mencakup strategi pemasaran dan taktik produk, serta menggunakan studi kasus dan skenario bisnis yang dapat diterapkan. Pendekatan semacam ini dapat membantu peserta menghubungkan teori dengan situasi pekerjaan. Misalnya, daripada hanya menjelaskan bahwa engagement merupakan salah satu metrik digital, peserta dapat diberikan contoh campaign kemudian diminta menentukan metrik mana yang relevan untuk dievaluasi.
5. Perhatikan Kemampuan Trainer Pelatihan Marketing Digital, Bukan Hanya Daftar Materi
Dua program pelatihan marketing digital dapat memiliki daftar materi yang hampir sama, tetapi pengalaman belajarnya bisa berbeda. Salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan adalah trainer.
Perusahaan dapat melihat:
- pengalaman profesional trainer;
- bidang keahlian;
- pengalaman menangani peserta dari dunia kerja;
- kemampuan memberikan studi kasus;
- dan kemampuan memberikan feedback.
Trainer juga perlu mampu menjelaskan hubungan antara teori dan praktik. Marketing digital berkembang cepat. Karena itu, kemampuan trainer untuk menjelaskan konsep dalam konteks bisnis menjadi penting agar peserta tidak sekadar menghafal istilah.
6. Pastikan Ada Materi Pelatihan Marketing Digital tentang Data dan Evaluasi
Salah satu kelebihan digital marketing adalah banyak aktivitas dapat diukur. Karena itu, pelatihan marketing digital sebaiknya tidak berhenti pada bagaimana membuat dan menjalankan campaign. Peserta juga perlu memahami bagaimana membaca hasilnya. Contohnya:
- traffic;
- engagement;
- leads;
- conversion;
- cost per acquisition;
- return on ad spend;
- atau metrik lain yang relevan dengan tujuan campaign.
Perusahaan perlu memilih metrik berdasarkan tujuan bisnis. Tidak semua angka yang meningkat otomatis berarti campaign berhasil. Karena itu, kemampuan menghubungkan data dengan tujuan marketing merupakan salah satu kompetensi penting yang layak diperhatikan.
7. Pertimbangkan Bagaimana Hasil Pelatihan Marketing Digital Diterapkan Setelahnya
Pelatihan tidak berhenti ketika peserta meninggalkan ruang training. Perusahaan perlu memikirkan bagaimana kemampuan yang diperoleh akan digunakan setelah peserta kembali bekerja. Misalnya, setelah mengikuti pelatihan marketing digital, peserta dapat diminta:
- membuat digital marketing plan;
- mengevaluasi campaign sebelumnya;
- menyusun content calendar;
- melakukan audit channel digital;
- menentukan indikator keberhasilan;
- atau mempresentasikan strategi yang dapat diterapkan.
Dengan begitu, hasil training dapat dihubungkan dengan pekerjaan sehari-hari.
Pelatihan yang baik seharusnya menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan, bukan sekadar kegiatan satu hari.
Jangan Memilih Pelatihan Marketing Digital Hanya Karena Mengajarkan Banyak Platform
Ketika mencari pelatihan marketing digital, perusahaan mungkin tertarik dengan program yang mencantumkan banyak tools dan platform. Namun, banyaknya platform yang dipelajari belum tentu menjadi ukuran yang paling relevan. Pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah tim memahami mengapa platform tersebut digunakan?
Apakah mereka tahu siapa audiens yang ingin dijangkau?
Apakah mereka mampu membuat pesan yang sesuai?
Apakah mereka dapat membaca hasilnya?
Apakah kemampuan tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan?
Marketing digital memang menggunakan banyak kanal, tetapi tujuan akhirnya tetap berkaitan dengan bagaimana perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan mengomunikasikan nilai kepada pelanggan.
Kapan Perusahaan Membutuhkan Pelatihan Marketing Digital?
Perusahaan dapat mulai mempertimbangkan pelatihan marketing digital ketika menemukan kesenjangan kemampuan dalam tim. Contohnya:
- tim sudah menggunakan berbagai platform tetapi belum memiliki strategi yang terintegrasi;
- konten dibuat secara rutin tetapi belum memiliki tujuan yang jelas;
- tim kesulitan membaca data marketing;
- campaign digital sulit dievaluasi;
- kemampuan digital antaranggota tim berbeda jauh;
- perusahaan ingin memperluas pemasaran melalui kanal digital;
- atau tim marketing perlu memperbarui kemampuan mengikuti perkembangan channel dan tools.
Namun, kebutuhan setiap perusahaan berbeda. Karena itu, pelatihan sebaiknya dipilih berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan sekadar karena sebuah platform sedang populer.
Bagaimana Memilih Pelatihan Marketing Digital yang Tepat?
Sebelum memilih pelatihan marketing digital, perusahaan dapat menggunakan pertanyaan sederhana berikut:
Strategi
Apakah program membahas strategi, bukan hanya tools?
Materi
Apakah materi sesuai dengan level kemampuan peserta?
Praktik
Apakah peserta mendapatkan studi kasus dan latihan?
Trainer
Apakah trainer memiliki pengalaman yang relevan?
Data
Apakah peserta belajar mengukur dan mengevaluasi hasil?
Konteks bisnis
Apakah materi dapat dikaitkan dengan situasi perusahaan?
Penerapan
Apakah ada ruang untuk menerapkan hasil training setelah program selesai?
Semakin jelas jawaban atas pertanyaan tersebut, semakin mudah perusahaan membandingkan berbagai pilihan pelatihan marketing digital.
Marketing Digital Juga Membutuhkan Kemampuan Komunikasi
Ada satu kemampuan yang sering berada di balik berbagai aktivitas digital marketing: komunikasi.
SEO membutuhkan pemahaman terhadap apa yang dicari audiens. Content marketing membutuhkan kemampuan menyusun pesan. Social media membutuhkan kemampuan berinteraksi. Advertising membutuhkan kemampuan menyampaikan value proposition secara ringkas. Dengan kata lain, kemampuan menggunakan tools digital perlu berjalan bersama kemampuan memahami dan berkomunikasi dengan manusia.
Di Amazing Plus, pengembangan kompetensi dapat menghubungkan kemampuan marketing dengan communication skill, teamwork, dan pengembangan diri. Karena itu, selain mengembangkan kemampuan digital, Anda juga dapat memperhatikan bagaimana tim menyusun pesan, memahami audiens, dan membangun komunikasi yang efektif.
Jika ingin memperdalam kemampuan komunikasi, ebook Ubah Bicaramu, Ubah Rezekimu dari Amazing Plus dapat menjadi bacaan pendamping untuk melihat kembali bagaimana cara berbicara dan berkomunikasi dapat memengaruhi hubungan profesional dan peluang yang muncul.
Pelajari ebook Ubah Bicaramu, Ubah Rezekimu secara gratis di sini untuk mulai mengevaluasi cara berkomunikasi dalam pekerjaan sehari-hari.
Kesimpulan
Pelatihan marketing digital bukan sekadar mengajarkan cara menggunakan platform digital.
Program yang dipilih perusahaan sebaiknya membantu tim memahami hubungan antara strategi, audiens, konten, channel, data, dan tujuan bisnis. Karena itu, sebelum memilih program, perhatikan kesesuaian materi dengan kemampuan tim, pengalaman trainer, metode praktik, kemampuan analisis data, relevansi dengan kondisi perusahaan, serta bagaimana hasil training akan diterapkan setelah program selesai.
Dengan pertimbangan tersebut, perusahaan dapat mencari pelatihan marketing digital yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengembangan tim.
Baca juga: Sales Sulit Mencapai Target? Ini Cara Memilih Pelatihan Sales Marketing yang Tepat



