7 Cara Menghadapi Teman Kerja yang Tidak Suka dengan Kita Tanpa Memperburuk Hubungan

Cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita bukan berarti mencari cara agar semua orang menyukai kita. Di tempat kerja, kita tidak mungkin selalu cocok dengan setiap orang. Yang lebih penting adalah bagaimana tetap profesional, menjaga komunikasi, dan memastikan perbedaan pribadi tidak mengganggu pekerjaan.

“Kayaknya Rina memang nggak suka sama saya.” Doni mengatakan itu kepada Maya setelah meeting pagi selesai.
Maya yang sedang membawa beberapa dokumen berhenti sejenak. “Apa yang membuat kamu berpikir begitu?”
“Setiap saya menyampaikan ide, dia selalu punya komentar. Kalau Andi yang bicara, dia biasa saja.”
Maya terdiam sejenak sebelum menjawab, “Menurutmu, Rina memang tidak suka kamu? Atau mungkin cara kalian bekerja memang berbeda?”
Doni termenung. Pertanyaan itu membuatnya berpikir ulang. Selama ini, ia hanya melihat sikap Rina dari sudut pandangnya sendiri. Ia merasa dikritik, kemudian menyimpulkan bahwa Rina tidak menyukainya. Padahal, belum tentu demikian.

Di dunia kerja, kita bisa bertemu orang yang gaya komunikasinya berbeda, cara mengambil keputusannya berbeda, bahkan cara menunjukkan ketidaksetujuannya pun berbeda. Ada orang yang sangat langsung ketika berbicara. Ada yang lebih berhati-hati. Ada yang membutuhkan data sebelum mengambil keputusan. Ada pula yang lebih nyaman membangun hubungan terlebih dahulu.
Karena itu, sebelum mencari tahu cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita, ada satu hal yang perlu dipastikan: apakah orang tersebut benar-benar tidak menyukai kita, atau sebenarnya hanya memiliki cara berkomunikasi dan bekerja yang berbeda?

Mengapa Kita Sering Mengira Teman Kerja Tidak Menyukai Kita?

Pernahkah seseorang tidak membalas pesan kita, lalu kita langsung berpikir, “Dia sengaja mengabaikan saya”? Atau ketika ide kita dikritik dalam meeting, kita berpikir, “Dia memang tidak suka dengan saya.”

Masalahnya, kita sering mencampurkan fakta dengan interpretasi. Misalnya:
Fakta: “Rina mengatakan bahwa data yang saya buat perlu diperiksa lagi.”
Interpretasi: “Rina pasti menganggap saya tidak becus.”
Padahal, mungkin Rina memang terbiasa memeriksa data secara detail sebelum mengambil keputusan.

Maya melihat situasi seperti ini cukup sering terjadi di tempat kerja. “Jangan buru-buru menyimpulkan niat seseorang dari satu perilaku,” katanya kepada Doni. “Coba lihat polanya. Dan kalau memang ada masalah, kita cari cara untuk menghadapinya secara profesional.”

cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita

Lalu, bagaimana cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita tanpa membuat hubungan kerja semakin buruk?

Berikut tujuh cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita yang bisa dicoba.

1. Jangan Langsung Menganggap Semua Sikapnya sebagai Kebencian

Langkah pertama dalam cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita adalah berhenti sejenak sebelum membuat kesimpulan.
Seseorang yang jarang tersenyum kepada kita belum tentu membenci kita.
Seseorang yang mengkritik pekerjaan kita belum tentu ingin menjatuhkan kita.
Seseorang yang tidak banyak berbicara dengan kita belum tentu memiliki masalah pribadi.

Cobalah bertanya:
Apa yang sebenarnya terjadi?
Apakah perilaku tersebut hanya terjadi sekali?
Apakah dia melakukan hal yang sama kepada orang lain?
Apakah ada bukti bahwa dia memang sengaja merugikan saya?

Dengan membedakan fakta dan asumsi, kita bisa menghindari reaksi emosional yang justru memperburuk situasi.

2. Perhatikan Polanya, Bukan Hanya Satu Kejadian

Dalam menentukan cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita, kita juga perlu melihat apakah sikap tersebut merupakan pola yang berulang.
Misalnya, satu kali seseorang terlambat membalas pesan mungkin tidak berarti apa-apa. Namun, jika ia berulang kali:

  • mengabaikan informasi penting,
  • sengaja tidak melibatkan kita dalam pekerjaan,
  • meremehkan pendapat kita,
  • menghambat pekerjaan,
  • atau memperlakukan kita secara berbeda tanpa alasan yang jelas,

maka situasinya perlu diperhatikan lebih serius.

Ini juga membantu kita membedakan antara ketidakcocokan biasa dan perilaku yang memang sudah mengganggu pekerjaan.
Tidak semua orang harus menjadi teman dekat kita. Tetapi setiap orang tetap perlu menjaga profesionalitas ketika bekerja dalam satu tim.

3. Tetap Profesional dan Jangan Membalas dengan Cara yang Sama

Kalau dia bersikap dingin, kita tidak harus ikut bersikap dingin.
Kalau dia jarang menyapa, kita tetap bisa menyapa.
Kalau dia mengkritik pekerjaan kita, kita bisa menanggapi kritik berdasarkan substansinya.
Inilah salah satu prinsip penting dalam cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita: jangan biarkan perilaku orang lain menentukan standar perilaku kita.
Profesional bukan berarti kita harus berteman dekat dengan semua orang.
Profesional berarti kita tetap mampu menjalankan tanggung jawab meskipun tidak memiliki hubungan personal yang dekat.

Doni akhirnya mencoba hal tersebut. Ia tidak lagi berusaha mendapatkan persetujuan Rina dalam setiap percakapan. Ia cukup memastikan informasi yang dibutuhkan disampaikan dengan jelas dan pekerjaan mereka tetap berjalan. Beberapa minggu kemudian, ketegangan di antara mereka mulai berkurang. Bukan karena mereka tiba-tiba menjadi sahabat. Tetapi karena mereka berhenti memperbesar perbedaan pribadi.

4. Perbaiki Cara Kita Berkomunikasi

Kadang-kadang, cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita bukan hanya dengan mengubah cara kita menghadapi orang tersebut, tetapi juga dengan mengevaluasi cara kita sendiri berkomunikasi.

Maya kemudian bertanya kepada Doni: “Kalau Rina merasa kamu terlalu terburu-buru ketika menyampaikan ide, apakah mungkin ada bagian dari caramu berbicara yang bisa diperbaiki?”

Doni mulai menyadari sesuatu. Ia memang sering menyampaikan ide dengan cepat karena ingin segera masuk ke inti pembicaraan. Sementara Rina terbiasa memeriksa detail terlebih dahulu.

Perbedaan seperti ini bisa membuat dua orang merasa tidak cocok, padahal belum tentu ada masalah pribadi.
Di sinilah kita bisa mulai memahami gaya perilaku.
Ada orang yang cenderung langsung dan berorientasi pada hasil. Ada yang lebih ekspresif dan suka berinteraksi. Ada yang membutuhkan kestabilan dan hubungan yang nyaman. Ada pula yang lebih teliti dan membutuhkan data.

Salah satu pendekatan yang dapat membantu memahami kecenderungan tersebut adalah DISC. Namun, DISC bukan alat untuk memberi label kepada orang lain. Bukan berarti: “Dia tipe D, jadi memang menyebalkan.”
Sebaliknya, DISC dapat membantu kita memahami bahwa setiap orang bisa memiliki kecenderungan perilaku dan cara berkomunikasi yang berbeda.

5. Jangan Memaksakan Diri untuk Disukai Semua Orang

Salah satu kesalahan ketika menghadapi konflik di tempat kerja adalah terlalu sibuk mencari cara agar orang lain menyukai kita. Padahal, cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita bukan dengan terus-menerus mengubah diri agar mendapatkan persetujuan semua orang. Kita tidak mungkin disukai semua orang.
Yang lebih realistis adalah membangun hubungan yang: saling menghormati, profesional, dan mampu bekerja sama.

Maya mengatakan sesuatu kepada Doni yang kemudian terus ia ingat: “Kamu tidak harus menjadi orang yang disukai semua orang. Tapi kamu tetap bisa menjadi orang yang profesional dan menyenangkan untuk diajak bekerja.”
Kalimat itu membuat Doni merasa lebih ringan. Ia tidak lagi menganggap setiap perbedaan sebagai ancaman terhadap dirinya.

6. Bicarakan Masalah Jika Sudah Mengganggu Pekerjaan

Jika masalah sudah memengaruhi pekerjaan, diam bukan selalu solusi. Namun, cara membicarakannya juga penting.
Hindari kalimat yang menyerang pribadi. Misalnya: “Kamu memang selalu meremehkan saya.”
Kalimat tersebut kemungkinan besar akan membuat orang lain defensif.
Cobalah mengubahnya menjadi:

“Ketika ide saya langsung dipotong sebelum selesai dijelaskan, saya kesulitan menyampaikan informasi yang diperlukan. Bisa kita beri kesempatan untuk menyelesaikan penjelasan terlebih dahulu?”

Perbedaannya sederhana. Kalimat pertama menyerang orangnya. Kalimat kedua membicarakan perilaku dan dampaknya. Komunikasi seperti inilah yang membuat cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita menjadi lebih konstruktif.
Kita tidak sedang berusaha memenangkan pertengkaran. Kita sedang berusaha menemukan cara agar pekerjaan tetap berjalan.

Jika perilaku yang terjadi sudah masuk pada tindakan serius seperti intimidasi, pelecehan, diskriminasi, atau tindakan yang sengaja merugikan pekerjaan, tentu penyelesaiannya tidak cukup hanya dengan memperbaiki komunikasi. Dokumentasikan kejadian dan gunakan jalur resmi yang tersedia di tempat kerja.

7. Kenali Diri Sendiri Sebelum Berusaha Memahami Orang Lain

Kita sering sibuk bertanya: “Kenapa dia seperti itu?”
Padahal ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: “Bagaimana sebenarnya cara saya berkomunikasi?”
Apakah kita terlalu langsung?
Apakah kita mudah merasa tersinggung?
Apakah kita cenderung menghindari konflik?
Apakah kita terlalu banyak menjelaskan?
Apakah kita membutuhkan banyak data sebelum percaya?
Atau justru kita sering mengambil keputusan dengan cepat dan berharap orang lain mengikuti ritme kita?

Memahami diri sendiri merupakan bagian penting dari cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita, sebab kita tidak bisa mengendalikan perilaku orang lain, tetapi kita bisa mengendalikan cara kita merespons.

Bisa Jadi Masalahnya Bukan Siapa yang Salah

Setelah beberapa minggu, Doni kembali menemui Maya. “Saya rasa saya sudah lebih paham dengan Rina.”
Maya tersenyum. “Bagaimana?”
“Dia ternyata bukan tidak suka sama saya. Dia memang sangat detail. Sementara saya terlalu cepat menyampaikan sesuatu.”
“Dan sekarang?”
“Saya coba kasih data lebih lengkap kalau berdiskusi dengannya.”
Maya mengangguk. “Berarti bukan siapa yang menang?”
“Bukan. Kami cuma menemukan cara kerja yang lebih cocok.”

Inilah salah satu hal menarik dari memahami gaya perilaku. Kita tidak harus membuat semua orang memiliki gaya yang sama dengan kita. Justru kita belajar menyesuaikan cara berkomunikasi ketika situasi membutuhkan.

Kalau ingin memahami lebih jauh apa saja 4 tipe kepribadian DISC, kamu juga bisa membaca artikel Amazing Plus tentang empat kecenderungan perilaku tersebut. Pemahaman itu dapat menjadi langkah awal untuk melihat bahwa perbedaan gaya bukan selalu sumber masalah.

Jangan Terlalu Cepat Memberi Label “Tidak Suka”

Pada akhirnya, cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita bukan tentang menemukan trik untuk membuat orang tersebut berubah. Kita tidak bisa mengontrol perasaan orang lain.
Yang bisa kita lakukan adalah memastikan bahwa kita sudah:

  • Memisahkan fakta dari asumsi.
  • Mengamati pola perilaku.
  • Tetap profesional.
  • Mengevaluasi cara berkomunikasi.
  • Tidak memaksakan diri untuk disukai.
  • Membicarakan masalah secara asertif jika diperlukan.
  • Memahami diri sendiri dan kecenderungan perilaku kita.

Dan yang tidak kalah penting, jangan terlalu cepat memberi label.

Teman kerja yang terlihat dingin belum tentu membenci kita.
Teman kerja yang banyak bertanya belum tentu ingin menghambat pekerjaan.
Teman kerja yang sangat langsung belum tentu bermaksud kasar.
Bisa jadi mereka hanya memiliki cara yang berbeda dalam berkomunikasi.

Sudahkah Kamu Mengenali Gaya Perilakumu?

Memahami orang lain memang penting. Namun, sebelum berusaha membaca perilaku orang lain, ada baiknya kita mengenali diri sendiri terlebih dahulu.

Bagaimana kecenderungan kita ketika bekerja? Bagaimana kita mengambil keputusan? Bagaimana kita merespons tekanan? Bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu kita melihat bahwa cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita tidak selalu dimulai dari mengubah orang lain. Bisa jadi, langkah pertama justru dimulai dari memahami diri sendiri dan cara kita berinteraksi.

Asesmen DISC Amazing Plus dapat membantu kamu mengenali kecenderungan gaya perilakumu dengan lebih terstruktur. Bukan untuk menentukan siapa yang baik atau buruk. Bukan pula untuk memberi label kepada diri sendiri maupun orang lain. Namun, untuk membantu kita memahami diri sehingga bisa berkomunikasi dan bekerja sama dengan lebih efektif.

Kenali gaya perilakumu melalui Asesmen DISC Amazing Plus yang dapat diakses dengan gratis di sini.


Komunikasi yang Lebih Baik Dimulai dari Cara Kita Berbicara

Setelah mengetahui gaya perilaku diri sendiri, langkah berikutnya adalah belajar menggunakan kata-kata dengan lebih sadar.

Sebab, memahami bahwa rekan kerja memiliki gaya yang berbeda tidak otomatis membuat komunikasi menjadi lebih baik. Kita tetap perlu belajar bagaimana menyampaikan pendapat tanpa terdengar menyerang, memberikan kritik tanpa menjatuhkan, mengatakan tidak tanpa menyinggung, dan menyampaikan kebutuhan tanpa membuat orang lain merasa disalahkan.

Inilah sebabnya cara menghadapi teman kerja yang tidak suka dengan kita juga berkaitan erat dengan cara kita berbicara.

Perhatikan perbedaannya:

“Kamu memang selalu terlambat.”

dengan:

“Saya membutuhkan data ini sebelum pukul dua agar pekerjaan berikutnya bisa selesai tepat waktu. Bisa kita pastikan datanya masuk sebelum itu?”

Pesannya mungkin sama-sama tentang keterlambatan. Namun, cara menyampaikannya berbeda. Dan perbedaan kecil dalam cara berbicara dapat menghasilkan respons yang sangat berbeda.

Kalau kamu ingin belajar lebih jauh tentang bagaimana kata-kata yang kita gunakan dapat memengaruhi hubungan, pekerjaan, dan kesempatan yang datang dalam hidup, kamu bisa melanjutkannya melalui ebook Ubah Bicaramu, Ubah Rezekimu dari Amazing Plus.

Karena mengubah cara kita berbicara bukan hanya tentang menjadi lebih pandai berkomunikasi. Bisa jadi, perubahan itu juga menjadi awal dari perubahan dalam hubungan, pekerjaan, dan rezeki kita.

👉 [Pelajari Ebook Ubah Bicaramu, Ubah Rezekimu]

Share postingan ini:

Baca Insight & Wawasan Lainnya

Tes kepribadian DISC dan jawabannya

7 Hal tentang Tes Kepribadian DISC dan Jawabannya yang Perlu Kamu Ketahui

Tes kepribadian DISC online

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Tes Kepribadian DISC Online

tes kepribadian DISC online gratis

7 Alasan Mengikuti Tes Kepribadian DISC Online Gratis untuk Mengenali Diri